Please Do Not Pee-ing, Thank You.

Ahir-ahir ini jadi sering merhatiin di beberapa restoran besar yang ber-AC, mereka memasang tanda “NO SMOKING”. Dan yang jadi perhatian gw, banyak-nya orang/pengunjung di restoran itu yang merokok dengan bebas di lokasi yang bertanda “no smoking”. Ada sih yang ngasih tempat khusus bwat yang mao merokok, yang tetep di dalem satu ruangan ber-AC pula tanpa dibatasi apa-apa. Disebut section merokok hanya karena di atasnya ada exhaust fan…. hadeeeehh

Sepertinya signage “no smoking” cuma sebagai hiasan atau formalitas (yang penting udah ngasih tau, diturutin apa ngga’ terserah). Pernah gw bertanya ama pelayan restoran-nya, jawaban mereka: ‘susah sih mas…kalo kita larang merokok nanti tempat kita sepi’. Wah…ternyata segitu kuatnya rokok ini, bisa ikut mempengaruhi ramai-tidaknya bisnis makanan/restoran. Dan yang lebih parah, segitu hebatnya “keharusan” merokok dibanding “keharusan” makan atau minum….

Sepertinya larangan merokok di restoran umum/section khusus perokok itu seperti section bwat pipis di kolam renang umum.  . . .ngga ngaruh! efeknya tetep kemana mana :D.

Advertisements

Thank you kiddo . . .

Suatu sore gw duduk ber-3 dimeja makan. Gw, istri dan anak perempuan 5 thn gw. Makan dan ngobrol-ngobrol santai, sampai pada obrolan tentang bangun pagi dengan anak gw. Lagi cerita ke anak gw, knapa musti bangun pagi, bla bla bla. . . tiba-tiba dia celetuk; ah ayah kan bangun pagi cuma kalo mao maen sepeda” . . . siiiiiing. . . itu rasanya seperti ditonjok tepat di ulu hati!  ngedenger itu dari mulut anak umur 5 thn. Dan istri gw cuma senyum-senyum penuh kemenangan, merasa punya sekutu.

Kata-kata itu bikin gw mengingat kebelakang, selama 9 thn maen sepeda, dari jaman maen BMX sampe MTB, dari pacaran, menikah sampe punya anak. Dan ternyata cuma 2 hal yang bisa bikin gw bangun pagi-pagi secara suka rela tanpa paksaan; Pertama: kalo mao maen sepeda, AM ataupun DH poko’nya maen sepeda dan Kedua: ngejar early morning flight ke airport untuk acara sepeda/race di luar kota. Anak gw bener!

Cuma acara sepedahan yang bisa bikin gw rela tidur lebih cepet, bangun pagi-pagi buta tanpa suara alarm dan tanpa ada rasa kepaksa, bahkan gw melakukannya dengan antusias. Bertahun-tahun rasanya tidak berubah.

180 derajat situasinya dengan ke kantor/kerja. Untuk yang satu ini, beraaatt sekali untuk buka mata, bahkan sampe suara alarm udah meraung-raung, ngga’ rela bwat ninggalin kasur, selimut dan ac yang dingin.

Apa yang menyebabkan hal itu? . . .passion? . . .adrenaline rush? . . .antusiasme?. . .ego?. Apapun itu, sampai saat ini gw menikmatinya 😀

Thank u Qish, udah ngingetin ayah  *berusaha bangun lebih pagi setiap hari.

 


In A Perfect World

Track di belakang rumah, “gondola” pribadi langsung dari halaman belakang untuk naek ke atas, hari yang cerah, ditambah temen-temen bwat riding.

Penggambaran yang sempurna untuk sebuah “Perfect world” 😀 . . .#ngayal di jumat pagi.

Thanks to FoxRacingShock for the Ad.


Girls On 26inc

Urusan genjot dan kenceng-kencengan di atas sepeda bukan cuma urusan cowo’ aja.

Ngga’ cuma punya bentuk yang menarik tapi juga dengan beberapa gelar juara nasional dan dunia.

Beberapa rider cewe’ favorit gw:

Rachel Atherton. (DH, 4X)

 

Tammy Donahugh. (Dirt Jump, FreeRide)

 

Micayla Gatto. (DH)

 

Emily Batty. (XC)

 

Rochelle Gilmore. (Road bike)

 

Caroline Buchanan. (4X, Dual slalom, DH)

 

Irina Kalentieva. (XC)

 

Liz Hatch. (Road bike)

 

dan tidak ketinggalan our local hero, Asia DownHill Champion . . . Risa Suseanty. (DH, 4X)

 

-Have Fun & Respect Nature –

 

 


Thank You God.

For all these rewards.

Refreshing views i picked-up out there on my 26″ :

Kabut pagi + udara dingin . . .

Green . . .

More green . . .

Setimpal dengan usaha yang dikeluarkan . . .

 

– Have Fun & Respect Nature –


Emergency Trick #1

Tidak bisa dihindari, suatu waktu pasti akan datang situasi seperti ini. Situasi darurat yang memerlukan sedikit kreatifitas dalam solusinya. Ini terjadi ketika posisi bener-bener diatas gunung ditengah hutan, dan gw baru sadar kalau 1 dari 2 baut dudukan kaliper rem blakang gw ntah gimana . . .hilang! dan ngga bawa baut cadangan! Kondisi berbahaya kalo diteruskan jalan.
Setelah menimbang dan memikirkan masukan dari orang-orang (pada saat itu gw jalan ber 7), ahirnya diputuskan untuk melakukan hal berikut:

-Mencopot 1 dari 4 baut stem, yang akan dipakai sebagai pengganti baut dudukan kaliper. Dengan pertimbangan 3 baut sisanya masih kuat untuk menahan handlebar. Dan juga ukurannya sama dengan baut dudukan kaliper tapi sedikit lebih panjang. Sedikit tips, kenapa dari 4 baut itu diambil yang atas? Alasannya, gw masih akan bisa merasakan kalau stem-nya akan kendor, tapi kalau baut bawah yang diambil gw ngga akan bisa ngerasain stem kendor atau tidak, yang ada handlebar akan langsung ‘melintir’. Hal yang tidak boleh terjadi bila bermain offroad.

. . . ambil yang atas

-Setelah baut stem diambil, langsung dipakai sebagai pengganti baut yang hilang. Karena baut stem lebih panjang, maka baut tidak bisa masuk semuanya karena akan nyangkut ke rotor/disc rem. Untuk ngakalin agar sibaut tidak kendur/mudah copot, gw pakai tensoplast (ini pasti ada yg bawa). Dan ngga lupa untuk menyetel ulang rem.

 . . . sepedanya luka . . .

 

Solusi ini bisa bertahan dengan aman sampai ke titik awal gw brangkat. Sebagai ilustrasi, kejadian-nya terjadi di “rumah nyamuk” (bwat yang suka maen ke RA ngambil jalur Ngehe pasti tau tempat ini) dan dengan solusi darurat ini bisa aman sampai gadok. Jalurnya yang dilewati variasi dari mulai akar, lumpur, batu lepas, turunan dan tanjakan.

Pelajaran penting: Jangan pernah lupa untuk mengecek keadaan sepeda (angin ban, semua baut yang ada, rante dan rem) sebelum maen.

Thanks to: Nickotanudjiwa

 

-Have Fun & Respect Nature-


Riding 101

Ok. Sepeda udah ada, temen bwat genjot udah dapet sekarang tinggal naekin sepeda dan genjot yang kenceng. Stop, nanti dulu.

Ada beberapa hal penting mendasar yang musti kita tau. Mungkin hal-hal ini bwat beberapa orang udah basi, udah tau . . . tapi bwat yang blom tau semoga berguna, terutama yang mao maen off-road.

Ini ada beberapa hal-hal dasar yang gw pelajari selama maen MTB:

1. Komit sama jalur yang dipilih, tapi jangan nekat.

Jangan ragu, selalu siap dengan apapun obstacle yang ada didepan. Biasanya begitu kita merasa sedikiiit aja kita ragu, kejadian selanjutnya suka ngga’ enak. Mental berpengaruh ke otak. Ngga bermaksud nge-doain yang jelek-jelek. Selalu siap, aware dengan keadaan di depan. Terutama di DownHill, diperlukan konsentrasi yang cukup tinggi. Tapi, kita juga harus bisa mengukur kemampuan kita sendiri. Jangan nekat ngga pake perhitungan. Kita masih mao maen sepeda untuk waktu yang lama kan?

2. Selalu berfikir 2 langkah kedepan.

Jangan terlalu fokus dengan apa yang ada didepan ban. Lihat jauh trek kedepan juga diperlukan, ini akan memberi lo bayangan kira-kira selanjutnya harus apa.

3. Fokus ke trek, bukan temen didepan.

Bila jalan dalam grup, jangan melihat ban belakang sepeda temen. Lihat trek di depannya. Sekali lagi, ini memberi kesempatan untuk kita bereaksi terhadap apapun.

4. Turunin Sadel.

Bwat yang maen XC, jangan lupa nurunin seat-post begitu ketemu turunan yang curam. Posisi badan akan jauh lebih enak untuk mengendalikan sepeda di turunan. Sering gw ngeliat orang maen di trek All-Mountain tapi tetep dengan setingan XC (seat-post tinggi). Hal ini bisa berbahaya, karena seat-post/sadel tinggi bisa ‘mendorong’ lo ngelewatin handlebar sewaktu-waktu pada saat turunan. Kalo seat-post rendah, lo akan dengan mudah untuk ‘naro’ badan dibelakang. Lagian, lebih gampang mengatur badan pada saat jatuh ke belakang dibanding terbang ngelewatin handlebar.

5. Jangan terlalu keras menggenggam.

Genggam apa niih? . . . Handlebar tentunya. Karena ini akan membuat badan bagian atas terlalu tegang dan hasilnya kita akan cepet cape’.

Jadi musti kaya gimana megangnya? . . . bayangin kita menggandeng tangan pasangan kita. Ngga membuat tangan pasangan sakit tapi masih cukup tenaga untuk mengarahkan kemana akan kita bawa :D.

6. Jempol dibawah.

Jangan sekali-kali naro jempol tangan kita di atas handlebar. Karena akan dengan mudah kita kehilangan keseimbangan, bila tiba-tiba melewati jalan yang tidak rata.

7. Santai. Jangan tegang.

Ingat untuk sedikit membengkokkan siku dan bikin bahu untuk selalu santai/fleksibel. Di MTB, badan kita (terutama siku dan dengkul) juga berfungsi sebagai peredam, selain fork dan rear-shock kita.

Nah, sekarang ambil sepeda lo, genjot dan nikmati.

Have Fun & Respect nature