Category Archives: Lanturan

Vans “Off The Top”. Since when???

Suatu weekend seorang teman datang ke rumah mamerin barang belanjaannya. “Gw dapet Vans bagus, murah…”, gitu katanya. Dan memang  sangat rapih, dan pasti orang ngga’ akan curiga ato mikir macem-macem, wong dapet dus lengkap, ada kertas pembungkusnya juga yg di print dengan logo Vans!

Tapi, pas ngeliat logo yang di print di dus-nya… gw ngerasa seperti ada yang aneh….

Gw coba nyari-nyari info, sejak kapan  Vans Shoe merubah tagline line-up “skate shoe” mereka dari Off The Wall menjadi Off The Top?  Dan hasilnya. . .  Ngga’ pernah!

Coba liat-liat ke http://www.vans.com atau http://www.sneakerfreaker.com/feature/history-of-vans/2/

Dan hebatnya “barang” ini sangat rapih dalam pengerjaannya. Sungguh niat dan sungguh tidak bertanggung jawab!

Jadi bwat yang mao beli Vans, silahkan di cek-cek dulu “detail”-nya ya. . .

😀

Advertisements

Please Do Not Pee-ing, Thank You.

Ahir-ahir ini jadi sering merhatiin di beberapa restoran besar yang ber-AC, mereka memasang tanda “NO SMOKING”. Dan yang jadi perhatian gw, banyak-nya orang/pengunjung di restoran itu yang merokok dengan bebas di lokasi yang bertanda “no smoking”. Ada sih yang ngasih tempat khusus bwat yang mao merokok, yang tetep di dalem satu ruangan ber-AC pula tanpa dibatasi apa-apa. Disebut section merokok hanya karena di atasnya ada exhaust fan…. hadeeeehh

Sepertinya signage “no smoking” cuma sebagai hiasan atau formalitas (yang penting udah ngasih tau, diturutin apa ngga’ terserah). Pernah gw bertanya ama pelayan restoran-nya, jawaban mereka: ‘susah sih mas…kalo kita larang merokok nanti tempat kita sepi’. Wah…ternyata segitu kuatnya rokok ini, bisa ikut mempengaruhi ramai-tidaknya bisnis makanan/restoran. Dan yang lebih parah, segitu hebatnya “keharusan” merokok dibanding “keharusan” makan atau minum….

Sepertinya larangan merokok di restoran umum/section khusus perokok itu seperti section bwat pipis di kolam renang umum.  . . .ngga ngaruh! efeknya tetep kemana mana :D.


Thank you kiddo . . .

Suatu sore gw duduk ber-3 dimeja makan. Gw, istri dan anak perempuan 5 thn gw. Makan dan ngobrol-ngobrol santai, sampai pada obrolan tentang bangun pagi dengan anak gw. Lagi cerita ke anak gw, knapa musti bangun pagi, bla bla bla. . . tiba-tiba dia celetuk; ah ayah kan bangun pagi cuma kalo mao maen sepeda” . . . siiiiiing. . . itu rasanya seperti ditonjok tepat di ulu hati!  ngedenger itu dari mulut anak umur 5 thn. Dan istri gw cuma senyum-senyum penuh kemenangan, merasa punya sekutu.

Kata-kata itu bikin gw mengingat kebelakang, selama 9 thn maen sepeda, dari jaman maen BMX sampe MTB, dari pacaran, menikah sampe punya anak. Dan ternyata cuma 2 hal yang bisa bikin gw bangun pagi-pagi secara suka rela tanpa paksaan; Pertama: kalo mao maen sepeda, AM ataupun DH poko’nya maen sepeda dan Kedua: ngejar early morning flight ke airport untuk acara sepeda/race di luar kota. Anak gw bener!

Cuma acara sepedahan yang bisa bikin gw rela tidur lebih cepet, bangun pagi-pagi buta tanpa suara alarm dan tanpa ada rasa kepaksa, bahkan gw melakukannya dengan antusias. Bertahun-tahun rasanya tidak berubah.

180 derajat situasinya dengan ke kantor/kerja. Untuk yang satu ini, beraaatt sekali untuk buka mata, bahkan sampe suara alarm udah meraung-raung, ngga’ rela bwat ninggalin kasur, selimut dan ac yang dingin.

Apa yang menyebabkan hal itu? . . .passion? . . .adrenaline rush? . . .antusiasme?. . .ego?. Apapun itu, sampai saat ini gw menikmatinya 😀

Thank u Qish, udah ngingetin ayah  *berusaha bangun lebih pagi setiap hari.

 


Are They That Good? I Don’t Think So!

Mungkin saya bukan orang pertama yang sering melihat bapak2 / ibu2 pegawai negeri dengan seragam coklatnya berkeliaran ditempat perbelanjaan pada jam-jam kerja. Atau melihat mereka sudah dandan rapih mao pulang disaat saya baru dalam perjalanan menuju lokasi meeting. Dan bukan rahasia lagi, jam brapa mereka datang, bagaimana cara mereka bekerja dan kapan mereka menghilang  . . . Continue reading