WimCycle-Thrill Agent DJ 3.0

Setelah sekian lama……. ahirnya,

wuhuu senangnya bisa balik ke blog ini. Ditambah kesempatan mencoba sepeda baru 😀

Kali ini hardtail dari produsen lokal, Wimcycle. Dengan seri Thrill Agent DJ 3.0. Seri tertinggi dari line-up Thrill Agent, yang peruntukannya spesifik untuk Dirt Jump. Memang, mendengar nama Wimcycle bayangan yang pertama muncul adalah ” yah…bakal kacrut ni sepeda!”. hehe…. karena memang selama ini produk yang dihasilkan “ya gitu deh kualitasnya…”.

Tapi sepertinya produsen ini semenjak ahir 2010 awal 2011 mereka mulai mengeluarkan line-up baru yang memang orientasi-nya sport / lebih serius. Terlihat dari desain, bahan dan parts yang dipakai.

Sekarang gw mao nyoba sesuatu yang beda, gw mao bawa sepeda ini masuk ke trek all-mountain (gw coba bawa ke RA/rindu alam). Gw masuk jalur RA lama – gunung mas – taman safari – ngehe – kondangan – gadok.

Sebelum gw cerita gimana rasanya, sedikit tentang detail sepeda;

Frame berbahan Alloy, dengan geometri yang sangat spesifik untuk dirt-jump. Bentuk tube cukup unik (gw ngga’ terlalu suka :D), Top-tube berbentuk hexagonal dan rear triangle/chainstay dengan bentuk persegi, ditambah reinforce plate dibagian top-tube dan down-tube untuk memperkuat frame. Serta bentuk down-tube yang tidak langsung menuju head-tube tetapi menyatu dulu dengan tob-tube, dengan tujuan mendapatkan kekuatan lebih di bagian yang paling besar menerima ‘impact’ ini. Head-tube konvensional dengan aheadset diluar. Terdapat cable-mount sehingga jalur kabel rem dan kabel shifter terlihat rapi. Bagian bottom-bracket tanpa dilengkapi iscg mount. Seat-tube cukup tinggi untuk ukuran sepeda dirt-jump, dengan model quick release mempermudah perubahan ketinggian saddle. Wheel-base secara keseluruhan cukup pendek dan responsive. Drop-outcukup tebal dengan model horizontal. Sayangnya tidak ada ukuran untuk dipilih, frame ini hanya keluar dengan 1 ukuran (15 inch) dan hanya 1 pilihan warna (indigo blue).

Fork bawaan sepeda dapet Rock Shox Argile 318 dengan travel 100mm dan Trough Axle 20mm (parts favorit gw :D). Bagian kokpit di penuhi komponen dari Shimano, NukeHead, FSA dan WTB. Pengereman memakai Shimano Hidrolik BR-M 575 dengan rotor 160mm depan dan belakang, shifter Shimano SLX, stem dan handle-bar dari Nuke Head, head-set mengandalkan FSA dan grip dari WTB. Dibagian penggerak, crank arm dan dual-chainring+bashguard dipakai dari merk Gravity Moto  (part favorit kedua setelah fork) dilengkapi dengan Gravity external bottom-bracket dan flat pedal dari Wellgo. Chainguide Ethirteen Helm2 menjaga rantai tetap pada jalurnya. FD Shimano Deore dipercaya mengawal dual chainring (36T dan 24T). Pemakaian FD disini sedikit diluar kebiasaan sebuah sepeda dirt jump, tapi bisa dilihat sebagai nilai tambah bila kita ingin bermain di trek all-mountain. Dibelakang. RD shimano SLX medium cage 9-speed menemani sprocket 11T-34T 9-speed dari Shimano. Dan rantai KMC Z9 sebagai penyalur tenaga. Di bagian Wheelset, Alexrims FR32 siap menerima setiap “bantingan” dengan Front-hub Shimano SLX 32H disc dengan TA20 dan rear-hub Shimano SLX 32H disc QR. Ban Kenda Small Block Eight 2.35 di depan dan 2.10 dibelakang memberikan ‘grip’ yang mantap di setiap ‘corner’ dan traksi yang bagus. Tapi jangan berharap bisa bertahan di atas sepeda bila berada di trek berlumpur dan tanah basah dengan ban ini. Dibutuhkan sedikit usaha dalam memasang wheelset belakang, dikarenakan anting RD yang juga berfungsi sebagai chain-tensioner, sedikit menghalangi keluar masuk nya Quick Release.

Pertama kali dateng dari toko. . .

Nah… sekarang cerita di lapangan, pertama kali gw naekin gw kurang sreg dengan handle-bar dan ketinggian stem-nya. Semua terasa terlalu tinggi (untuk ukuran sebuah sepeda Dirt Jump). Butuh penyesuaian untuk hal-hal tersebut. Posisi stem gw rendahin dan handle-bar di ganti dengan jumping-bar (sedikit lebih lebar dan rise tidak tidak berlebihan). Dan ban depan di ganti dengan yang pacul/thread-nya lebih besar, untuk grip dan control yang maksimal.

yg warna putih bawaan sepeda. . . rasanya sangat ajaib!

Setelah semua berasa lumayan pas…baru sekarang keluar.

Setalah dilakukan beberapa perubahan...

Begitu turun dari samping Mang Ade’. . . langsung berasa karakter hardtail-nya. Semua bantingan sangat terasa tangan dan kaki. Di single-track sepeda ini sangat enak untuk pedaling, kompak dan agresif. Sampai bertemu dengan bagian rock-garden! di sini jadi inget kenapa dulu pengen punya sepeda fulsus :D. Gemeterannya ngga’ ilang ampe bawah…., apalagi kalo di hajar dengan hi-speed, bagian belakang sangat-sangat terasa liar. Masuk ke tanjakan ngehe’, sepeda ini termasuk nyaman. Dengan bantuan FD, tanjakan ngehe’ bukan masalah. Sisa perjalanan dilalui tanpa masalah hingga sampai lagi ke starting point. Kecuali gemeteran yg belom ilang. . .

Kesimpulannya, dengan harga rp.7.900.000 yang ditawarkan untuk sepeda ini cukup seimbang dengan komponen dan kesenangan yang bisa di dapat dari sepeda ini. . . . Tergantung rider-nya juga sih 😛

Bentuknya setelah di ajak "jalan-jalan". . .

-Have Fun & Respect Nature-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: